Langsung ke konten utama

Lokakarya

 

Salam Lestari!

STL UNM – Pengurus Dewan Eksekutif Mahasiswa Pencinta Lingkungan Hidup Selaras (SINTALARAS) Universitas Negeri Makassar melaksanakan lokakarya yang merupakan rekomendasi musyawarah kerja  XXXII, Jumat-Minggu, (3-5/12/2021).

Lokakarya dilaksanakan guna untuk menambah dan memperbaharui aturan-aturan kelembagaan. 

Adapun tema yaitu “Adaftif Dalam Pembaruan Adicita BerSINTALARAS” yang di mana para anggota SINTALARAS mengharapkan terciptanya sumber daya manusia yang dapat beradaptasi dengan perubahan dan pembaharuan proses berlembaga dari masa kemasa tanpa melupakan citra SINTALARAS yang sesungguhnya dan juga dapat berjalan beriringan dengan zaman tanpa harus tergerus dengan perubahan yang mengarah ke hal-hal negatif.

Kegiatan ini di buka langsung oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni BapakProf. Dr. H. Sukardi Weda, S.S.,M.Hum. di gedung Bahasa Arab UNM Gunung Sari kemudian di lanjut di Villa canti Malino, Kabupaten Gowa.

Ada 4 pembahasan pokok pada kegiatan yakni pembahasan atribut, DIKSAR dan DIKLATJUT, pengambilan nomor registrasi anggota dan penulisan laporan pertanggungjawaban.  

Tetap Lestari!

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ekologi : Membaca Kapitalisme di Raja Ampat dalam Cengkeraman Oligarki

             Kerusakan lingkungan yang ditimbulkan oleh industri ekstraktif di Raja Ampat bukanlah sekadar tragedi ekologis, melainkan gejala dari sistem kekuasaan yang mengakar. Isu ini tidak dapat dipahami hanya sebagai konflik antara pembangunan dan konservasi, melainkan sebagai bentuk aktual dari kapitalisme global yang beroperasi melalui persekutuan antara negara dan oligarki domestik. Dalam konteks ini, ekologi menjadi medan kuasa tempat eksploitasi sumber daya dan penindasan sosial berjalan beriringan. Tulisan ini bertujuan membongkar struktur kapitalisme di balik proyek tambang nikel di Raja Ampat, serta menunjukkan bagaimana praktik tersebut merepresentasikan bentuk baru kolonialisme yang berkelindan dengan politik oligarki. Lebih jauh, tulisan ini menawarkan pembacaan alternatif melalui lensa deep ecology dan anarkisme ekologi , yang menantang paradigma dominasi terhadap alam dan masyarakat. Kapitalisme tidak hanya mengeksploitasi ten...

PROFIL UKM SINTALARAS UNM

Hidup Selaras, Manusia dan Alam source : Harian Fajar, 20 November 2011 Nama Sintalaras punya filosofi sendiri. Nama itu singkatan dari Mahasiswa Pencinta Lingkungan Hidup Selaras dari Universitas Negeri Makassar (UNM). Para perintis terinspirasi dari

PERANG DUNIA KETIGA DI DEPAN MATA : MEMBACA DAMPAK EKOLOGI HINGGA NAMA KEMANUSIAAN DI ATAS SEGALANYA.

  Setelah debu mereda dan senapan bungkam di akhir 1918, Eropa tidak hanya mewarisi luka sosial dan politik, tetapi juga bentang alam yang koyak dan bisu. Padang hijau yang dahulu dihuni oleh burung-burung dan rerumpatan kini menjadi hamparan kawah berlumpur yang tak mengenal musim. Di hutan-hutan yang pernah rindang di Belgia dan Prancis, deretan pohon rebah seperti prajurit gugur tanpa nama. Tanahnya berbau logam dan kematian—terinfeksi oleh senyawa kimia yang ditanam manusia dalam semangat kemenangan. Sejarah kelam Perang Dunia pertama yang mencatatkan bahwa pada awal abad ke-20, Eropa adalah daratan yang gemetar oleh ambisi dan ilusi keagungan. Kekaisaran-kekaisaran besar—Britania, Austro-Hungaria, Jerman, dan Rusia—berlomba-lomba membentangkan pengaruhnya, tidak hanya melalui diplomasi dan ekonomi, tetapi juga dengan ekspansi militer dan penaklukan wilayah. Dunia dipandang sebagai ruang yang bisa dipetakan, diklaim, dan dieksploitasi. Dalam bingkai sejarah ini, manusia bu...