Langsung ke konten utama

Outdoor Diksar XXXI


Salam Lestari

"Pendidikan Dasar Kepencintaalaman dan Lingkungan Hidup XXXI"
         Seperti yang telah saya bahasakan di indoor bahwa 22 peserta yang mengikuti field trip, itu bisa ikut dalam agenda outdoor karna telah memenuhi syarat untuk ikut dalam kegiatan ini, Kegiatan yang setiap periodenya dijalankan untuk mereka penerus roda Organisasi dan Pejuang Lingkungan di SINTALARAS UNM, yang bertujuan untuk membentuk mahasiswa yang peduli akan lingkungan hidup. Seperti yang telah diperjuangkan senior senior SINTALARAS UNM.
Diksar XXXI ini mengangkat tema "Lestarikan Alam Hijaukan Kehidupan"
Peserta yang berhasil mengikuti outdoor SINTALARAS UNM 22 orang ini dan Alhamdulillah semua lolos dalam agenda outdoor tanpa ada kendala yang begitu berarti, kegiatan outdoor ini di mulai pada tanggal 29 maret sampai 8 April 2018, di desa Tombolo pao, kab Gowa, sampai desa Bahonglangi, kab Gowa. Tentu banyak pengetahuan dan pengalaman baru yang didapatkan para peserta Diksar Angkatan XXXI dalam kegiatan outdoor ini .



Di tempat Outdoor ini para peserta diperkenalkan dengan kondisi alam dan sebagai tempat pengaplikasian materi yang diperoleh saat kegiatan Indoor.

Kordinator Lapangan Diksar XXXI dan Asistennya berharap semoga angkatan XXXI, bisa mencapai apa yang mereka idam-idamkan dan tetap kompak, total, loyal dan membawa SINTALARAS UNM lebih jaya jaya dan jaya .




Tetap lestari

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ekologi : Membaca Kapitalisme di Raja Ampat dalam Cengkeraman Oligarki

             Kerusakan lingkungan yang ditimbulkan oleh industri ekstraktif di Raja Ampat bukanlah sekadar tragedi ekologis, melainkan gejala dari sistem kekuasaan yang mengakar. Isu ini tidak dapat dipahami hanya sebagai konflik antara pembangunan dan konservasi, melainkan sebagai bentuk aktual dari kapitalisme global yang beroperasi melalui persekutuan antara negara dan oligarki domestik. Dalam konteks ini, ekologi menjadi medan kuasa tempat eksploitasi sumber daya dan penindasan sosial berjalan beriringan. Tulisan ini bertujuan membongkar struktur kapitalisme di balik proyek tambang nikel di Raja Ampat, serta menunjukkan bagaimana praktik tersebut merepresentasikan bentuk baru kolonialisme yang berkelindan dengan politik oligarki. Lebih jauh, tulisan ini menawarkan pembacaan alternatif melalui lensa deep ecology dan anarkisme ekologi , yang menantang paradigma dominasi terhadap alam dan masyarakat. Kapitalisme tidak hanya mengeksploitasi ten...

PROFIL UKM SINTALARAS UNM

Hidup Selaras, Manusia dan Alam source : Harian Fajar, 20 November 2011 Nama Sintalaras punya filosofi sendiri. Nama itu singkatan dari Mahasiswa Pencinta Lingkungan Hidup Selaras dari Universitas Negeri Makassar (UNM). Para perintis terinspirasi dari

PERANG DUNIA KETIGA DI DEPAN MATA : MEMBACA DAMPAK EKOLOGI HINGGA NAMA KEMANUSIAAN DI ATAS SEGALANYA.

  Setelah debu mereda dan senapan bungkam di akhir 1918, Eropa tidak hanya mewarisi luka sosial dan politik, tetapi juga bentang alam yang koyak dan bisu. Padang hijau yang dahulu dihuni oleh burung-burung dan rerumpatan kini menjadi hamparan kawah berlumpur yang tak mengenal musim. Di hutan-hutan yang pernah rindang di Belgia dan Prancis, deretan pohon rebah seperti prajurit gugur tanpa nama. Tanahnya berbau logam dan kematian—terinfeksi oleh senyawa kimia yang ditanam manusia dalam semangat kemenangan. Sejarah kelam Perang Dunia pertama yang mencatatkan bahwa pada awal abad ke-20, Eropa adalah daratan yang gemetar oleh ambisi dan ilusi keagungan. Kekaisaran-kekaisaran besar—Britania, Austro-Hungaria, Jerman, dan Rusia—berlomba-lomba membentangkan pengaruhnya, tidak hanya melalui diplomasi dan ekonomi, tetapi juga dengan ekspansi militer dan penaklukan wilayah. Dunia dipandang sebagai ruang yang bisa dipetakan, diklaim, dan dieksploitasi. Dalam bingkai sejarah ini, manusia bu...