Langsung ke konten utama

SINTALARAS UNM AKAN MENGADAKAN SEMINAR LINGKUNGAN HIDUP PADA TANGGAL 24 APRIL DALAM RANGKA PERINGATAN HARI BUMI 22 APRIL 2013

22 April adalah peringatan Hari Bumi se-Dunia. SINTALARAS UNM yang merupakan organisasi kepencintaalaman dan lingkungan hidup di Universitas Negeri Makassar dengan visi Pelestarian Lingkungan Hidup. Seperti pada peringatan Hari Bumi sebelumnya, SINTALARAS UNM senantiasa melakukan kegiatan yang bertajuk lingkungan hidup dan senatiasa mengingatkan kepada seluruh stakeholder akan pentingnya menjaga dan melestarikan lingkungan hidup.

Sebagai rangkaian kegiatan Hari Bumi tahun ini antara lain : Seminar Lingkungan Hidup, Aksi Long March & Aksi Pencabutan Paku di Pohon. Dalam hal seminar lingkungan hidup, akan menghadirkan pembicara yakni : Pembantu Rektor III UNM (Prof. Dr. H. Heri Tahir, SH., MH), Direktur WALHI SULSEL dan Pimpinan Balai Besar KSDA SULSEL. Selain itu, SINTALARAS UNM juga akan melakukan Aksi Long March & Aksi Pencabutan Paku di Pohon. Aksi Long March ini melibatkan Forum UKM UNM.

Menurut Faisal M selaku Ketua Dewan Eksekutif SINTALARAS UNM "Ini adalah kegiatan bersama, kegiatan ini akan dibuat semenarik mungkin dengan kerjasama yang baik antar anggota dalam Forum UKM UNM. Penyatuan ide dan kerjasama yang baik adalah kunci dari kegiatan ini." Faisal M menambahkan bahwa tema yang diangkat adalah "Give Earth a Chance" dan seluruh rangkaian Peringatan Hari Bumi ini diadakan di luar ruangan (Outdoor) dengan melibatkan Sispala Binaan, UKM se-UNM, Organisasi Pencinta Alam di tingkat Universitas yang ada di Makassar.

@EB.442

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ekologi : Membaca Kapitalisme di Raja Ampat dalam Cengkeraman Oligarki

             Kerusakan lingkungan yang ditimbulkan oleh industri ekstraktif di Raja Ampat bukanlah sekadar tragedi ekologis, melainkan gejala dari sistem kekuasaan yang mengakar. Isu ini tidak dapat dipahami hanya sebagai konflik antara pembangunan dan konservasi, melainkan sebagai bentuk aktual dari kapitalisme global yang beroperasi melalui persekutuan antara negara dan oligarki domestik. Dalam konteks ini, ekologi menjadi medan kuasa tempat eksploitasi sumber daya dan penindasan sosial berjalan beriringan. Tulisan ini bertujuan membongkar struktur kapitalisme di balik proyek tambang nikel di Raja Ampat, serta menunjukkan bagaimana praktik tersebut merepresentasikan bentuk baru kolonialisme yang berkelindan dengan politik oligarki. Lebih jauh, tulisan ini menawarkan pembacaan alternatif melalui lensa deep ecology dan anarkisme ekologi , yang menantang paradigma dominasi terhadap alam dan masyarakat. Kapitalisme tidak hanya mengeksploitasi ten...

PROFIL UKM SINTALARAS UNM

Hidup Selaras, Manusia dan Alam source : Harian Fajar, 20 November 2011 Nama Sintalaras punya filosofi sendiri. Nama itu singkatan dari Mahasiswa Pencinta Lingkungan Hidup Selaras dari Universitas Negeri Makassar (UNM). Para perintis terinspirasi dari

PERANG DUNIA KETIGA DI DEPAN MATA : MEMBACA DAMPAK EKOLOGI HINGGA NAMA KEMANUSIAAN DI ATAS SEGALANYA.

  Setelah debu mereda dan senapan bungkam di akhir 1918, Eropa tidak hanya mewarisi luka sosial dan politik, tetapi juga bentang alam yang koyak dan bisu. Padang hijau yang dahulu dihuni oleh burung-burung dan rerumpatan kini menjadi hamparan kawah berlumpur yang tak mengenal musim. Di hutan-hutan yang pernah rindang di Belgia dan Prancis, deretan pohon rebah seperti prajurit gugur tanpa nama. Tanahnya berbau logam dan kematian—terinfeksi oleh senyawa kimia yang ditanam manusia dalam semangat kemenangan. Sejarah kelam Perang Dunia pertama yang mencatatkan bahwa pada awal abad ke-20, Eropa adalah daratan yang gemetar oleh ambisi dan ilusi keagungan. Kekaisaran-kekaisaran besar—Britania, Austro-Hungaria, Jerman, dan Rusia—berlomba-lomba membentangkan pengaruhnya, tidak hanya melalui diplomasi dan ekonomi, tetapi juga dengan ekspansi militer dan penaklukan wilayah. Dunia dipandang sebagai ruang yang bisa dipetakan, diklaim, dan dieksploitasi. Dalam bingkai sejarah ini, manusia bu...