Rebo STL Sudah banyak cara, kebijakan, pendekatan, bahkan undang - undang dan peraturan yang intinya untuk perbaikan dan pelestarian lingkungan, namun tampaknya laju pengrusakan lingkungan hidup justru lebih cepat daripada hasil usaha perbaikannya.
Mari kita tinjau dua contoh kecil yang kebanyakan orang tidak menyadari bahwa tindakan ini sangat besar dampaknya terhadap lingkungan hidup. Di beberapa tempat umum (sekolah, kampus, kantor, jalan raya, stasiun, lapangan dan dimana - mana), masih banyak saja masyarakat yang membuang sampah bukan pada tempatnya.
Mereka belum mempunyai kesadaran penuh tentang arti pentingnya menjaga lingkungan, misalnya saja dengan tidak membuang sampah pada tempatnya, meskipun tempat sampah telah disediakan dengan alasan “tempat sampahnya jauh, padahal hanya beberapa meter saja mereka membuang sampah dari jarak tempat sampah yang telah disediakan”.
Sebagai manusia yang sadar lingkungan, ada atau tidak adanya tempat sampah yang disediakan, praktisnya sih, seminimal mungkin disediakan kantong plastik khusus sampah di tas kita atau diselipkan di kantong yang ada di tas kita (minimal sampah/limbah plastik dari konsumsi sendiri). Dengan perbuatan sekecil itu saja, dapat memberikan dampak yang sangat besar terhadap lingkungan. Bayangkan dan bertindak bagaimana jika seandainya lingkungan kita bersih? Ya, setidaknya mengurangi dampak dari kerusakan lingkungan.
Di jalan raya, perilaku mengemudi yang buruk juga berdampak buruk terhadap lingkungan, salah - satunya yaitu mengurangi pencemaran udara. Perilaku mengemudi yang baik juga dapat menghemat BBM yang merupakan sumber daya alam. “Memang harus jadi pengemudi yang baik! Lagi marak nih, DEMO ANTI KENAIKAN BBM!”
....@Red XXII...
Mahasiswa Pencinta Lingkungan Hidup Selaras, yang kemudian disingkat SINTALARAS merupakan wadah para Mahasiswa Pencinta Alam / Lingkungan Hidup. Wadah tersebut pada awalnya adalah Mapala Geografi IKIP Ujung Pandang yang kemudian ditingkatkan statusnya Pada Tanggal 20 Desember 1984, dengan nama Mahasiswa Pencinta Lingkungan Hidup Selaras (SINTALARAS) yang berkedudukan di tingkat Universitas.Mahasiswa Pencinta Lingkungan Hidup Selaras (SINTALARAS) sejak berdirinya sampai saat ini memiliki orientasi pada pengembangan dan pelestarian lingkungan hidup serta pembinaan generasi muda sebagai eksistensi organisasi. Pemahaman tentang pengetahuan lingkungan hidup di awali dengan bentuk pelatihan dasar kepencintaalaman guna menanamkan pola pikir dan yang kemudian diharapkan mampu bersikap mencintai lingkungan hidup. Pembinaan tersebut terjadi secara berkelanjutan dalam bentuk pengkaderan dalam organisasi dengan segala bentuk tingkatan-tingkatan yang berada dalam organisasi sebagai organisasi pengk...
Komentar
Posting Komentar