Aceh Utara --- Banjir dan longsor yang melanda wilayah Aceh dan sekitarnya pada akhir Desember 2025 bukan sekadar peristiwa alam. Ia adalah jeda panjang yang memisahkan ribuan orang dari rumah, rutinitas, dan rasa aman mereka. Tagar #PrayForSumatera memang sempat bergema di media sosial, namun di lapangan, terutama di Desa Rumoh Rayuek, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, dampak bencana masih terasa nyata---terutama bagi anak-anak. Sekitar 200 anak tercatat terdampak langsung. Mereka kehilangan rumah, ruang bermain, dan kepastian akan hari esok. Area pasar desa yang kini difungsikan sebagai tempat pengungsian menjadi saksi bagaimana kehidupan dipadatkan dalam ruang sempit, dengan fasilitas yang serba terbatas. Kerusakan akses jalan dan infrastruktur publik di beberapa titik turut menghambat distribusi bantuan, membuat pengungsian terasa seperti ruang tunggu tanpa kepastian. Di tengah situasi tersebut, hadir Diah Rezky Amaliah yang akr...